Dialah Idolaku


.

Dalam kehidupan ini hanya ada satu orang yang melahirkanku. . . yaitu IBU, 3 kata yang sangat dimuliakan oleh Allah… “Surga berada di telapak kaki Ibu” kalimat itu tidaklah asing lagi di telinga kita, tetapi tampaknya anak jaman sekarang tidaklah tau makna dari kalimat tersebut.
Dalam kehidupanku orang yang sangat berarti adalah Ibu… sosok yang sangat aku sayangi, sosok yang sangat aku banggakan, sosok yang amat aku kagumi bahkan aku idolakan. Karena untukku tidak ada alasan untuk tidak mengagumiya. Karena seorang ibu :
  • Sewaktu bayi, entah berapa kali aku mengganggu tidur nyenyak Ibu yang mungkin sangat kelelahan setelah seharian merawatku dan melakukan pekerjaan rumah.
  • Sewaktu aku bertengkar dengan temanku ataupun terjatuh, Ibu mendekap dan memelukku agar aku tak menangis dan tenang di pelukannya. Karena Ibu sangat mengkhawatirkanku dan tak ingin aku terluka meskipun hanya sedikit
  • Ibu selalu memasak, masakan yang enak dan kesukaanku juga menata kamarku hingga nyaman dan wangi saat aku pulang agak telat dan lapar walaupun Ibu lelah karena seharian sudah bekerja di kantornya.
  • Saat aku berangkat sekolah lebih pagi, Ibu selalu berusaha supaya aku selalu sarapan meskipun hanya sedikit, Ibu mengikutiku kesana kemari saat aku bersiap-siap sekolah hanya untuk menyuapiku.
  • Disaat aku sedang sakit ibu selalu ada untukku, tak peduli apa keadaanya, ibu bagaikan pengganti obat yang menjadikan rasa sakitku sedikit hilang dan membuat hatiku tenang nyaman di sampingnya.
  • Ibu selalu khawatir terhadapku, saat aku belum makan, belum istirahat cukup bahkan saat aku melangkah kemanapun Ibu selalu mengkhawatirkanku, tetapi terkadang aku masih saja salah mengartikannya.
  • Ibu selalu berbohong saat Ibu lelah dan lapar, akulah yang diutamakan, karena saat Ibu pulang dari kantor dengan raut wajah kelelahan aku bertanya, “Ibu lelah?” Ibu menjawab “Tidak sayang. . . kamu ingin dimasakkan apa sekarang?” ucapan lembut itu di sertai dengan senyum kasih sayangnya.
  • Setelah aku beranjak dewasa, betapa tabahnya Ibu menerima pembangkangan demi pembangkangan yang aku lakukan, tetapi Ibu tetap sabar dan memberiku belaian kasih sayang.
  • Aku selalu protes saat Ibu pulang dari kantor terlambat, tetapi Ibu tidak pernah protes saat aku pulang terlambat
  • Kadang aku tidak bisa menghargai patah demi patah kata yang Ibu susun sebaik mungkin untuk meminta maaf saat Ibu tidak sengaja merusakkan barang kesayanganku.
  • Akupun sering membohongi Ibu saat aku sekedar ingin hangout bareng teman-temanku. Dan saat Ibu mengetauhui kebohonganku itu Ibu hanya tersenyum sambil berkata “Ibu lebih senang kamu bicara jujur sayang. . . ”
  • Bahkan aku tak pernah berterimakasih kepada Ibu dan juga Ayah ketika mereka berbicara berbisik-bisik karena takut membangunkanku yang tertidur nyenyak.
  • Saat aku bangun tengah malam dan mendengar tangisan Ibu dalam doanya. tangisan dan doa itulah yang mengantar kesuksesanku. Karena aku tahu, saat Ibu terluka dan mengiba kepada Allah agar aku jangan dilaknat, agar Allah mau mngampuniku dan memberikan kehidupan terbaik untukku.

Begitulah kasih dan sayang Ibuku terhadapku. . . Terkadang aku menangis dan memeluknya saat aku mengingat jasa-jasanya itu. Diasaat teman-temanku mengidolakan artis-artis, tokoh-tokoh kartun bahkan tokoh dunia aku tidak peduli akan itu semua. Bagiku Ibukulah idolaku sekarang, seterusnya dan selamanya.Karena Ibuku adalah seorang Ibu yang hebat. Aku sangat menyayangi Ibuku…
Bahkan, menurut sabda Rasulallah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yaitu “Orang yang pertama diberi penghormatan Ibumu, Ibumu, Ibumu, kemudian Ayahmu. Berarti Ibu lebih tinggi derajatnya dari pada Ayah dengan perbandingan 75:25 maka taatilah Ibumu, Ibumu, Ibumu, kemudian Ayahmu. Kasih Ibu sepanjang masa, kasih Ibu tidak terbatas, kasih Ibu tidak beda terhadap anaknya”
Diam-diam aku bermuhasabah... Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang? Adakah Ibu bahagia dan bangga padaku? Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab, “Banyak sekali sayang kebahagiaan yang telah kamu berikan pada Ibu. Kamu tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kamu berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan Ibu. Ibupun juga tak meminta balasan apapun darimu sayang. . . Hanya 2 ingin Ibu darimu sayang, Ibu ingin kamu bahagia dan menjadi anak sholihah sesuai dengan ajaran agama dan didikan Ibu dan Ayah selama ini sayang”. Lagi-lagi aku hanya bisa mengis dan berucap, “Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Tak sebanding dengan ketulusan yang Ibu berikan. Dan ampuni dosa-dosaku terhadap ibuku ya Allah… juga ampunilah dosa-dosa Ibuku, dosa-dosa Ayahku… karena mereka pantas berada di surgamu ^.^ “



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
saya adalah seseorang yang mencari cahaya dalam hidup. . .
Diberdayakan oleh Blogger.